" Belajar Membaca Jiwa Seseorang "
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. AL Ahzab : 70 – 71)
“Membeli kucing dalam karung”. Iya ?! Istilah itulah sering diposisikan untuk orang orang yang terjebak pada pilihan yang mengandung dua kemungkinan yakni mungkin beruntung dan mungkin rugi. Pastinya langit serasa runtuh dan bumi bagaikan berguncang jika seseorang yang kita yakini sebagai “sosok idaman” ternyata watak dan kepribadiannya justru sebalikya.
Membaca jiwa manusia
Pembaca yang budiman...
Yang dimaksud pada judul di atas bukanlah suatu keahlian membaca mantra mantra khusus untuk menembus raga seseorang lalu membaca jiwanya, bukan itu bro, (emangnya dukon..?) tapi dengan metode islami yakni cara yang tidak menyimpang dari ajaran syariat nabi Muhammad Saw.
Sesungguhnya lisan itu diciptakan sebagai alat untuk mengekspresikan isi hati (jiwa)
Pendapat ulama tersebut memberikan isyarat kepada kita semua, bahwa kualitas jiwa seseorang itu bisa diukur dari isi obrolannya. Jadiiii... Jika anda ingin membaca jiwa seseorang maka perhatikanlah isi pembicaraannya, karena setiap ucapan yang meluncur dari bibir setiap seseorang maka sesungguhnya itulah ungkapan suara hati yang paaaaling dalam... (waduuhh... Puistis amat sich pak..?!)
Dalam pengelompokkannya, jiwa manusia itu terbagi menjadi empat jenis tingkatan, baca keterangan di bawah ini ya ? Selamat menikmati....
1. Jiwa Sempurna.
Ketika dimintai solusi tentang “Bagaimana cara mengahadapi pendengki...?” Maka dengan bijak ia menjawab “Pendengki itu bermanfaat bagi kita lho ?! karena pendengki itu khan selalu membahas tentang sisi kekurangan kita...?! Nah, akhirnya kita bisa tahu letak kekurangan kita, tanpa harus kesulitan membayar orang untuk meneliti kekurangan kita. Dan akhirnya kita bisa berintropeksi diri untuk lebih maju... Iya khan ?!” Subhanallah.. Menyejukkan hati.. itulah dia manusia sempura dan berkualitas yang harus anda jadikan sahabat karib. Ia berpegang kuat pada hadist Rasulullah Saw. yang berbunyi :
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik (santun) atau diam (HR. Bukhari muslim)
2. Jiwa setengah Sempurna.
Prinsip orang orang seperti ini pokoknya “Korni” (jw. Sokor Muni), alias AsBun (asal bunyi), ia tidak akan berhenti berbicara, kecuali kalau bibirnya sudah LelAH.. Ckckck.. Kasian bener ya..?! orang seperti ini boleh dijadikan sebagai teman tapi harus siap Pening dengan Ocehannya....
3. Jiwa Rendahan
Ketika turun hujan, Woww... Manusia ketiga langsung mencaci Hujan. “Ohhh, kenapa hujan melulu sih ?!, Dimana mana jalan jadi becek...!, jemuran gak kering kering nich gara gara hujan !!. Begitupun saat melihat pengemis, dia segera mengeluh, melihat Polisi, mengeluh.. Jalan macet mengeluh, nonton televisi, mengeluh. Waaah... Pokoknya gak ada peristiwa yang tak dikeluh kesahkan.. Waduuh... Betapa menderitanya orang orang yang hidupnya dipenjara oleh keluh kesahnya sendiri, dunia rasanya seperti selebar daun kelor hingga akhirnya gak bisa membedakan mana nikmat dan mana musibah... Karena semua semua dicaci dan dicela. Ini adalah orang harus dihindari...
4. Jiwa Si DuNGuuu..
Begitu melihat TV baru tetangga, Uhhh... Komentarnya berhamburan kemana mana.. “Ohh, TV-nya baru ya...?! Waah, tapi sayang merknya kok’ yang beginian sich ?! kayak punyaku itu lho ?! Buatan Asli Amerika...!”. Melihat seekor kucing-pun ia segera sibuk memberikan komentar “Waaahh.. Kucing ini mirip singa, Oiya.. Tahu gak, aq sering lho ke Singapura. Kalian belum pernah khan..?! Wow.. Disana keren keren pemandangannya !”. Yaah.. Itulah dia Si dungu sibuk mengekspos dirinya dimana mana, dengan mepromosikan kehebatannya. Jika tampak ada orang lain yang lebih baik, disukai banyak orang, maka si dungu hatinya akan terasa teriris iris, tidak rela dan berharap agar orang baik tersebut segera celaka... Akhirnya ia segera menggunakan jurus orang tak beriman, fitnah sana... Fitnah sini, hasud Sana.. Hasud sini, Ngadu sana, ngadu sini...kompor sana... Kompor sini.. Hiiii... Nggilani yo ?!
Tong Kosong... Iya ?! itulah julukan yang tepat bagi si dungu, kepribadiannya mirip seperti tong yang kosong, jika dibunyikan maka suaranya berbunyi keras “DUUMMM...!!” tapi jika dilihat dalamnya “JrenG !!” gak ada isinya alias kosong... Cetek dan dangkal. Waaw... Ketipu DoNK...?!
Nah, semoga kita semua dipilih oleh Allah Swt. Sebagai orang orang yang memilki hati yang sempurna, bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Amin...
Redaktur
Penanggung Jawab
Kepala SMK Nusantara
Kepala MA Miftahul Jannah
Pembina
Drs. Ikar Sukardi
Pelaksana
Agus Setiawan
Ketua Rohis Miftahul Jannah
Alamat : Kampus YPI Miftahul Jannah Unit II Kec. Banjar agung Kab. Tuba Propinsi Lampung


Tidak ada komentar:
Posting Komentar